Jan
Pingin Masturbasi
Reaksi positif untuk Mengendalikan Diri

Gambar: gettyimages.com
Jangan keburu nge-judge bahwa tulisan ini akan mengarah ke hal-hal yang jorok hanya karena kita melihat judulnya saja. Silakan dilanjutkan untuk membaca paragraf selanjutnya. Hahaha…
Seperti yang kita ketahui bahwa masturbasi adalah upaya untuk mendapatkan kepuasan dengan merangsang sesuatu pada diri kita sampai sesuatu itu keluar. Begitu juga dengan kata “masturbasi visual” yang saya temukan pada massivelab.com, situs forumnya para visualiser.
Dalam salah satu postingannya dituliskan bahwa masturbasi visual yang dimaksudkan adalah sebuah cara atau metode untuk memuaskan diri dengan cara berkarya apapun itu bentuknya (terserah kita) dan tidak mempedulikan apa komentar orang nanti. Bolehkah “masturbasi visual” ini? Apakah boleh kita mengikutinya?
Sebelum menjawab pertanyaan di atas mari kita lihat dulu konteksnya. Untuk ukuran blog personal, maka saya kira “masturbasi visual” itu sah-sah saja dilakukan. Alasannya apa? Lantaran blog adalah milik pribadi yang tidak bisa diganggu gugat? Iya, itu benar sekali.
Kira-kira hematnya saya seperti ini, jika kita mempunya blog pribadi maka apapun yang kita lakukan adalah untuk kita sendiri. Kalau toh ada orang yang berkunjung dan menikmati itu adalah sebuah apresiasi yang layak untuk direspon kembali. Pertanyaan yang muncul kemudian adalah, seandainya ada orang yang mencaci maki karya kita, wajarkah itu?
Mari kita mencoba berempati sedikit sebelum kita masuk pembahasan lebih jauh. Seseorang menampilkan karyanya di blog tujuannya untuk apa dulu. Kemudian siapakah pemilik blog itu, apakah dia openminded? Apakah dia bisa menerima komentar? Nah kalau kita belum mengenalnya maka saran saya jangan berkomentar yang aneh-aneh, tidak perlu pura-pura bercanda, guyon atau melucu.
Ingatlah, bahwa guyonan yang kita anggap lucu belum tentu lucu bagi orang lain. Sama halnya dengan komentar. Komentar berupa sindiran atau kritikan yang kita berikan kepada orang lain belum tentu bisa diterima jika kita tidak mengenalnya.
Beberapa bulan yang lalu saya sempat mengadakan kontes “Komen Pedas”. Saya memberi tantangan kepada segenap blogger untuk menilai blog saya yang di blogspot itu (saat itu saya masih berumur jagung dan masih awam sekali di blogosphere). Anda tahu siapa pemenangnya? Dia adalah Rizal restnrileks, blogger dari Malaysia. Sesuai dengan janji saya memberikan hadiah ilustrasi graffiti dengan namanya.
Saya berterima kasih sekali untuk Rizal yang berani memberikan komen objektif sejujur-jujurnya dan sepedas-pedasnya, sehingga usai kontes berakhir blog saya seketika itu berubah menjadi blog yang lebih enak dinikmati. Hmmm, kenapa bukan orang kita (baca: Indonesia) yang menang. Saya tidak tahu juga, apakah kita masih terlalu kental dengan budaya sungkannya? malu-malu tapi mau? hehehe…
Jujur saya pribadi ingin menyatakan di sini bahwa saya sama sekali tidak keberatan jika Anda berkomentar lebih panjang dari tulisan saya, dengan catatan komentar yang Anda berikan bisa rasional (baca: masuk akal) dan ada teorinya. Saya suka berdiskusi, apalagi kalau ngomongin desain atau seni ilustrasi.
Kembali lagi soal “masturbasi visual” . Seniman atau artist–sebagai manusia biasa–tentunya juga bisa mengalami kejenuhan dalam berkarya. Maka masturbasi visual boleh dilakukan untuk melepas segala kepenatan. Lupakan untuk sementara kebakuan, lupakan untuk sementara ini dan itu. Saatnya turuti kata hati. Saatnya masturbasi.
Crut!! Ups…, maaf, tintanya netes dari ujung kuas.
Salam kreatif!!
Iklan

waks
no comment lah.. saya kan masih di bawah umur :p
…
Untuk ukuran blog personal, maka saya kira “masturbasi visual” itu sah-sah saja dilakukan. Alasannya apa? Lantaran blog adalah milik pribadi yang tidak bisa diganggu gugat? Iya, itu benar sekali.
…
tapi teteup klo dah di publish itu menjadi “milik” umum. jadi, tidak bolehlah. kalau mau boleh tapi harus di “private” atau pribadi …
bagaimana?
CROOOT
lagian ton buat apa serius2. Terus buat karya gak serius ya ton
heheh
NGECROT lagi
Ehm mas ini khan masturbasi visual… apakah hal ini hanya untuk hal-hal seni ajah?? Apakah dalam kehidupan sehari-hari kita bisa terapkan ini… tidak selalu berpegang sama kebakuan???
ah uh ah uh crot crot
wah untung lo kasih penjelasan town, kalo ga bisa2 kena uu pornografi wkwkkw
masturbasi …boleh dong itu kan juga seni sendiri, proses dan pelaksanaannya mirip kok..dan masturbasi biasanya untuk kepuasan sendiri, sementara kalau harus dengan kaidah-kaidah yang ditentukan itu laksana berhubungan seks dengan pasangan, dan kalo aturannya lebih ribet lagi itu berarti dengan atasan atau…walah ngelantur…
puncaknya adalah sebuah ekstase hasil jerih payah… begitupun dengan hasil karya..harus sampai menuju klimaks yang diinginkan …
judulnya memprokosasi untuk membaca. mana gambarnya sampe gua liatin lama gukira dapet apa ternyata gambarnya abstrak toh
maturbasi blog juga ada dong
masturbasi visual maybe istilah sejenis dengan masturbasi pemikiran. masturbate itu kan memuaskan diri sendiri.
jalan-jalan di mall sambil menimati paha dan payudara yang kleleran di mana-mana juga termasuk masturbasi visual.
melukis gadis impian yang aduhai sexy sekali juga ternasuk masturbasi visual.
mengerjakan soal-soal UNAS sampai teler juga termasuk masturbasi visual [dan pemikiran]
masturbasi visual tidak hanya boleh dilakukan, tetapi HARUS!
[daripada masturbasi beneran sama pacarnya]
judul yg amat sangat ‘mengundang’. mengingatkanku pd astrid savitri yg melakukan masturbasi akhir tahun…gyahahahaha
ngeblog ini juga termasuk masturbasi lo
ya ampun…itu si anang ngapain sih
why mustbe mastrubation you choice? is not populis anymore for creative…pick “virtual deliciuos” for your word. it’s pity…
wew… gambarnya.. ehem…
eh maap, belum sempet ngirim yang lu rikues. masi bingung mo nulis apa hehehe…
..alhamdulllah baca postingan ini sampe akhir….
hehehe kupikir mau ngomongin mastrubasi beneran….
mastrubasi visual rasanya ide yang bagus juga, selama ini saya selalu terhambat untuk mendesign maupun melakukan sesuatu karena mikirin omongan orang….