Nov
Gambaran Transjakarta
Naik kendaraan umum transjakarta sangat menyenangkan. Selain harganya murah fasilitasnya juga cukup nyaman. Anang mengatakan, ā cukup tiga lembar ribuan dan satu keping lima ratusanā. Jarak yang jauh tidak membuat kita jenuh. Pasalnya, kendaraan umum ini punya jalur sendiri yang kalau di tulis dalam bahasa Inggris disebut busway.
Dari sini kita bisa tahu busway adalah nama lintasan, bukan nama kendaraan atau angkutan. Kalau transjakarta?? itu baru sebutan yang tepat. Jadi jangan kita salah paham atau salah penafsiran dengan istilah ini. Seandainya nanti ada jalur sendiri untuk becak, maka akan ada istilah becakway.
Meski hampir semua halte busway pernah saya lewati, tapi saya tetap belum bisa menghapalnya satu persatu. Soalnya terlalu banyak sih. Pada masing-masing halte itu punya ciri khas masing-masing. Di Halte Harmoni (Jakarta Pusat) misalnya, disana adalah pusatnya ratusan manusia berkumpul mengantri. Mereka menunggu bus datang dan mengantarkan mereka ke tempat tujuan.

Saat mengantri, saya punya kebiasaan mengamatiālingkungan sekitar. Mulai dari perilaku penumpang sampai dengan tata ruang interiornya. Ada hal kecil yang ternyata menyita perhatian saya kala itu yaitu sebuah papan informasi yang didesain mirip bus tampak depan. Unik ya?!!…
Tapi sayang sungguh sayang, fasilitas publik ini tak terjaga kondisinya. Tulisan informasi sama sekali tak ada, justru vandalisme dan stiker yang merajalela entah ulah siapa. Jelas ini mengurangi estetika dong. Saya mau protes tapi tidak tahu caranya. Untuk sementara melalui blog ini saya hendak mengajak kita sekalian untuk senantiasa menumbuhkan kesadaran menjaga fasilitas yang ada. Kalau fasilitas tersebut rusak misalnya, siapa coba yang bakal dirugikanāsementara kinerja pemerintah tetap lamban dalam penanganan.
Perlu kita sadari; penyesalan tak ākan membawa arti jika kita tak mau berubah sejak dini.
Salam Kreatif!!
alhamdulilah…saia akhirnya isa naik 3 kali lho….
aduh.. jadi pingin aku blm pernah naik loh.. hbs di Malang gak ada.
wehehehe Kemarin itu pengalaman pertamaku naik Busway lho mas… Tapi ya gitu… Jika di rawat dengan bener dan baik pasti tidak menutup kemungkinan bakal mengurangi kemacetan di Jakarta…. Cos semua pada melirik Busway sebagai alat transportasinya…
gw suka naik busway… dulu!!!
skrg???.. aga males lah..
Sesuatu yg indah itu memang harus selalu dirawat biar tetap indah…
kita semestinya harus menjaga..
pa kahabr neh mas Antown? udah lama sy nggak maen ke blognya ternyata udah pindah ya??
selalu pake montor mas
ngirit ongkos
lagipula ciledug nda ada baswei
seumur2 sy br skali naik transjakarta.. dari depan plaza semanggi sampe blok m.. busway di depan ktr sy di kb lama udah jd dr kapan tau tp blm beroperasi juga. moso ga ada bis-nya.. piye to..
Jeli juga Pandangan Mas Antown …
mudah mudahan nanti ada MRT…kayaknya bus way sudah hampir mirip bus biasa di jalur cepat
Waktu cuti taun kemarin aku balik Jakarta. Tidak menyia-nyiakan kesempatan, busway jadi pilihan untuk nganter ku ke Amcol dan Mangga dua. Cuma sayang dari cililitan - Blok_m blum ada. Enaknya naik transJakarta, bebas hambatan, murah dan adem tentunya….
*kucek-kucek mata* ada stiker yang promosi blog ndak ya?
patut disayangkan juga ya, fasilitas baru bukan didukung malah ‘dirusak’ dengan penempelan dan oret2an.
wah lama ni ndak maen kesini. begitu meluncur sampai sini, kaget bukan main template telah berubah total. yang dulu terang benerang jadi gelap gulita kayak punya sayah. mata langsung tertuju pada pelangi nan silau, sip mas.
bener emang busway tu bagus buat sarana transportasi, jadi perlu dirawat dengan OK.
yang rugi kita sendiri..
padahal fasilitas ada bukan cuma untuk digunakan, tapi juga untuk dirawat..
setuju…!!!
dita suka naik buswae… kalo patas langganan tidak lewat2 setelah 15 menanti, dita akan naik buswae ke kampus… lumayan banget dengan ongkos yang murah, bisa nyampe di depan kampus langsung (halte sumber waras…), tapi ya itu dia… haltenya kadang2 suka jorok dan tidak terpelihara…
tapi ada bagusnya loh… yg tadinya jembatan penyebrangannya gelap gulita, gara2 di jadiin sarana buat transjakarta, jadi ada lampu dan ada atapnya…
hei..hei..kata2 yang terakhir itu..hahaha..benar2 menusuk saiah..
spertinya memang benar..penyesalan gak guna,,jika kita gak mau berubah sejak awal…
hemmmhh… *menyesali diri sendiri*