Nov
Cat Air, Poster, dan Tembok
Kali ini saya ingin membuat tulisan untuk mereka yang punya hobi menggambar atau melukis secara manual. Buat Anda yang tidak punya hobi seperti di atas, membaca tulisan ini juga tidak ada salahnya, siapa tahu informasinya bermanfaat dan bisa dibagikan ke orang lain.
Membuat gambar manual hemat saya gampang-gampang susah. Pendeknya, karya yang bagus tidak bisa didapatkan secara instant (baca: cepat). Semuanya harus melalui proses trial and error.
Perlu kiranya kita mencoba memahami berbagai bahan sesuai dengan karakternya masing-masing. Contohnya: cat air diciptakan untuk melukis di atas kertas; bukan pada tembok atau tekstil (kain). Dan sesuai dengan penggunaanya, pemakaian cat air yang benar adalah teknik transparan (tipis—terawang), bukan plakat seperti cat poster atau cat tembok. Apalagi perbedaan cat air, cat poster dan cat tembok dilihat dari berbagai sudut pandang? Berikut akan saya kupas sedikit.
Kemasan atau Packaging
Cat air umumnya berbentuk tube, seperti pasta gigi. Namun ada juga ada yang berbentuk batangan (baca: cat air yang dikeringkan). Ukuran cat kurang lebih seperti jari kelingking atau jari tengah kita. Satu kemasan umumnya berisi 12 batang dan dikemas dalam sebuah kardus. Beda merk biasanay beda cara pengemasan.
Cat poster dikemas dalam bentuk botol, ukurannya kurang lebih seperti kemasan balsem. Berbahan beling atau plastik.
Cat tembok dikemas dalam bentuk galon. Ukurannya variatif, dari kecil hingga besar. Bahan kemasan dari plastik atau kaleng. Berat bersih minimal adalah 1 kg.
Merk
Cat air yang paling banyak dan sering saya temukan adalah merk “Guitar”. Ada dua jenis yaitu asli dan palsu. Palsu yang saya maksud di sini adalah harganya yang jauh lebih murah, cara pengemasan kurang bagus (warna kemasan atau packagingnya tidak menarik), dan bahan catnya agak susah untuk dicampur dengan air.
Cat poster terdiri dari berbagai merk. Mulai dari Sakura, Pentel, Ecola, dan lain-lain. Merk pertama paling banyak dipakai oleh mahasiswa dan gampang ditemukan di pasaran.
Cat tembok saya kategorikan ada dua macam. Pertama, cat tembok untuk lukis atau dekorasi (AGA misalnya). Kedua, cat tembok biasa (Djarum, Avian, Mawar, dll). Meski sama-sama menggunakan pelarut air, tapi tetap ada perbedaannya. Cat lukis atau dekorasi biasanya mengandung bahan acrylic sehingga tidak mudah terkelupas dan warnanya cerah.
Tempat Membeli
Cat air dan cat poster bisa dibeli di toko yang menjual alat tulis dan perkantoran. Toko buku seperti Gramedia, Gunung Agung biasanya juga menjual karena mereka mempunyai stand khusus untuk alat lukis. Cat tembok bisa dibeli di toko bangunan
Kuas
Karena bidang lukis untuk cat air dan poster tidak luas maka kuas yang dipakai juga tidak terlalu besar. Bahan bulu kuas juga lembut (tidak kaku), karena semakin halus maka semakin baik karya yang dihasilkan. Merk yang bisa kita pakai adalah Pagoda, Eterna, Lyra, Picasso, dll. Banyak sekali bentuk dan jenis kuas untuk cat air dan cat poster. Mulai dari yang ujungnya runcing, lancip, hingga tumpul. Masing-masing dipakai sesuai dengan kebutuhan kita.
Untuk kuas cat tembok ukurannya lebih besar dan lebar. Warna gagang kuas biasanya berwarna merah, hijau, atau tak berwana (warna kayu itu sendiri). Untuk melukis tembok kita juga bisa menggunakan kuas cat minyak yang ukurannya panjang itu. Airbrush atau cat semprot termasuk kuas? Mungkin iya, hanya saja tidak berbahan bulu melainkan angin.
Posisi atau Gaya Melukis
Saat melukis dengan cat air dan cat poster kita sebaiknya duduk di atas kursi dan kertas berada di atas meja. Jongkok atau sambil tiduran boleh juga sih tergantung kebiasaan orang masing-masing, yang penting media kertas harus rata dengan alas (lantai atau papan gambar misalnya). Kalau melukis dinding atau tembok (mural atau graffiti) jelas sambil berdiri atau jongkok, dan ini membutuhkan tenaga ekstra karena bidang gambar lebih luas. Belum lagi kalau harus naik turun tangga.
Demikian sedikit tulisan yang bisa saya bagikan. Tentunya masih banyak kekurangannya disana-sini. Jika tidak keberatan, saya persilakan Anda untuk menambahkan atau melengkapinya. Terima kasih banyak.
Salam kreatif!!
loh Pertamaxxx
agak sulit pake cat air, mending pake pensil warna ajah. heheh
toh headermu kuning. Silau
wahh… ni punya sapa yak? kok cat rumahnya beda?? ganta-ganti mulu..
kapaan punya waktu buat melukis ya… kayaknya asyik ya Ton
Wall paper rumahku sudah banyak grafiti dari anakku yg paling kecil…bahkan meja/komputer sudah dicat pula pakai cat akrilik.
Padahal sudah aku kasih kertas/kanvas/karton, maksudku biar bisa dijual gitu….wakakakak….
sudah lama ndak ngelukis manual pakek potelot town…
kalo aku lebih seneng gambar pakai pensil & bolpen,, buat coret2an gitu..
piye toh ton..header ne..kok merah sama kuning..silau lhoo, ga eyecatching..katanya ha..ha…ha. Ras warna panas…,:P
Paling enak gambar tuh make potelottt..2B, 4B,6B, kalo bisa jangan make fabercastle, ga enak makenya…yang biasa aja itu lho.., dan ga lupa drawing pen juga..tuh paling enak gambar buat sketsa.
Wah mas informasi yang sangat berguna bagi teman-teman yang punya hobi seperti mas… Suip… tetep semangat!!!!
Saya nggak bisa ngelukis. Dulu waktu sekolah, kalo disuruh nggambar, pasti gunung, jalan dan sawah dipinggirnya
waktu SD sy pernah ikutan ngelukis.. brg bokap yg sebenernya ga bs ngelukis, tp seneng ngelukis.. pake cat air atawa cat minyak.. seru bgt loh.. biarpun hasilnya acakadut..
Dulu suka Pake Crayon … Kalau Pake Kuas dan cat air .. Waduh Nyerah Deh …
wekz kok iki maneh se template e
aku gambarke po’o…
Halow WodPress Lover, main ke blog ku aku menemukan pengalaman unik berkaitan dengan wordpress
Assalamualaikum,
Mmm da lm ga nglukis pake cat hiks
Salam kenal semua…
ak bloger baru neh…
lagi nyari banyak temen n masukan…
kalo sempet mapir ketempatku ya….
Mkasasih.. n ditunggu comenttnya….
ubah-ubah template mulu!… eh kemarennyah mah kesinih malahan ada game nyah.. padahal berharap liat wanita seksi ky yg diceritain.. heuheu…
wah saya sukanya pake spidol atau crayon kayak anak kecil yah
nto..klo pake crayon gmn ?
dibahas juga dunk
keren bro…domain baru
mantebh…
tips yang menarik, btw blognya skrg warna-warni yah, bianglala mania!!
sukses selalu dan sering2 mampir!
mau pake apa juga tetep ga bakat lukis
terakhir kemaren belajar ngelukis kacau. hahahahaha gatau dapet nilai berapa :))
mas antooown !! aku kangenn… hohoho
bookmarks! siapa tau hobi itu tumbuh suatu saat
suwun jeh…
tampilan baru terus ni…
woww !! pelangi !
kemaren juga mau ganti template blogspot yg ada gambar pelanginya. eh..malah nge-hang semuanya. haha.
gambar ya?? duh..gambar gw selalu jelek tuh..apalagi pake cat air..hihi
mau dong diajarin ngegambar.. saya cm bisa gambar eek
Wow keren mastah… lanjut (perasaan ni themes ganti2 mulu)
asalamu ‘alaikum
aq suka menggambar, dan beberapa kali coba melukis dengan cat, tapi hasilnya belum maksimal
saya masih setia dgn sketsa pensil
pelangi adalah lukisan karya Ilahi Robby..
hebad posisi melukis juga ditulis
surprise aku liat tampilan baru ini. good. kalo aku masih ngoprek oil pastels. di sini kertas bagus mahaal euy
ditunggu postingan dan foto2 pesta blogger 08
kalo aku gak suka pake gituan aku pake pena ama pensil, gambarnya dibuku catatan
he..he..
Mampir ah ke rumah baru, mana neh tumpengannya?
gak bisa nggambar. cuma mau bilang, kemaren kok kita gak ketemu di PB ya?